Desain final: “Born to Love You” · 10 konsep lama tersimpan sebagai arsip di bawah
Modern romantis bernuansa golden hour, mengikuti lagu George Duke: dibuka dengan piringan hitam berputar, satu geser = satu section, transisi halus, motif mega mendung (Sunda) & kawung (Jawa) sebagai Side A & Side B.
Lihat desainNaskah kertas kulit kayu yang dibuka dari gulungan; judul seperti ditulis tinta, cap merah, nuansa naskah kuno.
Lihat desainSatu hari pernikahan: langit berubah dari subuh hingga siang mengikuti gulir, setiap bagian ditandai jamnya.
Lihat desainBiru nila & gading: seutas benang emas dijahit sepanjang halaman, warna nila meresap seperti celupan kain.
Lihat desainPintu kayu terbuka, lalu tamu melangkah melewati tiga gapura lengkung menuju pemandangan Situ Patenggang.
Lihat desainEnam konsep perpaduan adat Sunda–Jawa, hangat dan elegan, dengan warna dasar mahoni dan emas.
Peti kayu mahoni bertatah kawung dibuka; kartu-kartu kabar diambil satu per satu, berlapis vellum.
Lihat desainMenengadah ke langit-langit pendopo: bingkai kayu bertingkat berputar 45° dan terus meninggi.
Lihat desainKain parang (Jawa) dan mega mendung (Sunda) ditenun helai demi helai menjadi satu anyaman.
Lihat desain
Pelita kuningan pagelaran dinyalakan; setiap bagian muncul perlahan dari gelap ke dalam cahaya.
Lihat desain
Tamu menabuh gong untuk membuka; gending berjalan per pukulan, riak emas menandai tiap babak.
Lihat desainSerba marun Hitam marun, mahoni, emas & ivory. Daun emas ditempa ke kain: monogram bergaris emas, bingkai emas tipis tergambar saat digulir. Sederhana dan mewah.
Lihat desain